[ U S A I ]
Picture by
google
[ U S A
I ]
By. Muhammad Sigit S
Desember tahun lalu
mengusik. Ketika harus menyiapkan ide dan projek baru mengenai bagaimana
organisasi akan di bawa. Mengenai ujian yang harus disiapkan, mengenai skripsi
yang tak kunjung dikerjakan. Desember tahun ini sepertinya harus memiliki amunisi
yang berbeda dan jauh lebih banyak.
Target sasaran harus jelas. Langkah keuputusan harus di tindak tanpa nanti. Sebab taruhannya sangat besar. Jika tahun lalu menyiapkan event tahun
baru, walaupun hanya ikut bakar mercon,
ayam, juga jagung, ataupun kalo tidak ya tidur dalam
renungan.
Sekian senja dan
purnama menjadi saksi. Dinamika tahun ini lebih berarti. Mulai dari sidang
skripsi hingga diwisudanya mahasiswa-mahasiswi. Menjadi ajang suka cita bagi mereka yang di wisuda, menjadi
arena latihan ikhlas dan legowo bagi
mereka yang belum berkesempatan di wisuda entah sengaja ataupun faktor lainnya.
Sayang, Cita rasa bahagia itu
fana. Sehari setelah wisuda, sebagian
mahasiswi dan mahasiswa bingung akan kemana. Mau apa dan
bagaimana?
Yang beruntung langsung mendapatkan pekerjaan atau menikah. Baik di tempat KKN atau PPL nya
dahulu, atau karena aktif di organisasi direkrut oleh kakak seniornya, ada juga
yang memilki keluarga yang sudah bekerja di suatu instansi memasukkannya
menjadi pegawai. Tak sedikit juga
yang melanjutkan studi dan berwirausaha. Jelas! Setiap keputusan memiliki
konsekwensi dan hikmahnya masing-masing.
Yang belum
beruntung masih nganggur luntang-lantung. Kesana kemari membawa ijazah dan transkip untuk di tawarkan ke
instansi atau lembaga. Resikonya ya ada yang di tolak dan ada juga diterima dengan
syarat. Ada yang masa training sudah nggak betah, sebab gajinya tak sesuai. Resign dini karena dianggap tidak cocok dengan diri dan karena omongan orang. Ada juga yang mencari aman, dengan menunggu pengumuman cpns tahun
ini. Sedang aku, tidak atau belum kesemuanya. Lebih memilih beredar, menikmati
hidup di sela-sela senja, menanti purnama. Jhhhh.....
Selain itu tak
sedikit sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan yang di ambil ketika
kuliah, mislanya jurusan PAI ngajar Matematika, atau jurusan syariah kerjanya jadi instalasi listrik dan lain-lainnya. Yah kesemua itu dengan berbagai alasan. Dari pada nganggur.
Jadilah untuk pemasukan, lumayan lah untuk beli kuota, nggak apa-apa lah untuk nambah
pengalaman dan segudang alasan lainnya.
Tidak masalah menjadi
seseorang yang sedikit BERBEDA, paling dipandang aneh dan gila oleh tetangga.
Menjadi buah bibir, di cibir, di hina, atau bahkan menjadi percontohan sebagai
orang yang sia-sia, tidak kompeten dan lain sebagainya.
Ok. Sudah. Cukup! Buktikan! Bungkam dengan keberhasilanmu!
Hey! Tidak ada yang tak berhikmah atas semua
peristiwa. Bukankah Allah mengibaratkan dunia ini hanya senda gurau?
Tanyakan ke hatimu, apa
hakikatnya wisuda?
Dan apa hakikatnya hidup.?
Balikan semangatmu. Ingat apa
cita-cita dan tujuanmu!
#selamat wisuda, selamat mengembara, selamat beredar, dan salamat menjalani hari tanpa sandangan Mahasiswa.
#megangSakti
Allah SWT
berfirman:
"Ketahuilah,
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan,
perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan
anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani;
kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian
menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari
Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan
yang palsu."
(QS. Al-Hadid 57:
Ayat 20)
Syukron jazakallah, tulisan nya sangat memotivasi dan memberikan amunisi baru... Semangat berkarya..
ReplyDeleteIyap. Masama. . .
ReplyDelete