Anti Maling
Anti Maling
By.
Muhammad Sigit S
Hujan reda, tinggal genangan dan becek. Pukul 13.30 WIB di tengah bisingnya suasana pasar masih terdengar notifikasi dari aplikasi yang sekarang dimiliki Facebook, ciptaan Jan Koum. Tentu bersebab, dan bermaksud. Awalnya, story yang dibalas berlanjut kepada pembahasan yang serius main-main hingga main dengan serius.
Beberapa jenis tanaman itu sedang viral di
bawah nabastala di tengah korona. Padahal dulu di biarkan saja, hanya segelintir
insan yang peduli. Maraknya peristiwa itu beriring pandemi yang kabarnya belum
juga usai. Padahal sudah lewat bulan yang berakhiran “ i ”dan akan masuk ke bulan yang huruf
awal dan akhirnya seperti namamu setelah dua bulan.
“ku kira tak suka bunga dikau”
“hha bukan aku yang tanam”
“so? your papa?”
“loh, kok betul?”
“mungkin kebetulan”
“kebetulan, maksdnya?”
“ya kebetulan betul. “
Diskusi
akan berakhir. Maka dengan cara lain. Ku tanya lagi.
“Bonsai ada?”
“bonsai kelapa”
“bagus”
“kenapa? Suka bunga juga?”
“yap. Karena Bunga itu cantik, dan aku
menyukai yang cantik-cantik tidak yang ganteng-ganteng” jawabku.
Semakin seru membahas tema ini. Walaupun Bunga
tak bisa di makan. Tapi bagiku bunga menjadi penyemangat untuk mencari makan. Bisa
makan, tapi tak ada yang menjadi penyemangat juga bosan. Sepi. Terus nafsu makan
hilang, lalu sakit. Dan tak ada yang perhatian. Nah lalu tidak semangat hidup. Jadinya
hidup tapi seperti mati, di kata mati tapi masih bernafas. Itulah pentingnya
menanam bunga supaya hidup tak terasa seperti mati.
Benar menanam bunga makin marak saat ini,
namun sudah sejak lama bunga di sukai. Karena
kondisi seperti ini, banyak orang yang merasa bosan tidak beraktivitas full. Maka di lampiaskan kepada
tanam-menanam bunga.
“coba tanya bapakmu!, kenapa dia suka bunga?”
“biar
bisa di jual”
“ahha…
betul juga.. terus uangnya untuk beli beras, beras di masak jadi nasi, lalu
kamu makan. Pada akhirnya bunga bisa membuat kenyang”
Setelah bersikeras menolak, akhirnya dengan
ilmu cocokomologi ku, kau sepakat dengan mengatakan “alhamdulillahh, bisa juga
ternyata.
Lalu aku kerucutkan, bahwa menanam Bunga
berguna sebagai penyemangat, bisa di jual
juga dibisniskan, dan satu tambahan darimu yaitu mengalihkan maling agar tak
mengambil barang yang jauh lebih berharga.
Obrolan
pun berakhir dengan satu huruf dariku yang mewakili semuanya “y”
#megangSakti.
#15.11.20

No comments