Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Covid 19. “OOO.... Ternyata”




    Covid 19. “OOO.... Ternyata”
    By: Muhammad Sigit S


    Selasa malam rabu, ditengah pandemik covid 19. Pukul 20.16 WIB. Kelurahan Megang Sakti 1, Megang Sakti rintik gerimis. Tiadalah kisah pasti selain dahulu, lampau, masalalu atau yang pernah di lewati, dan hanya al qur’an yang menceritakan masa depan yang pasti. Darisana hilir cerita bermula. Sebuah perkumpulan katakanlah organisai mahasiswa berlangsung, organisasi ini didominasi oleh mahasiswi. Tapi, sependekpengalamanku hampir semua organisasi begitu kecuali beberapa saja.
    Sore itu rapat dimulai, kali ini di lokal. Kadang kami rapat di masjid, di pelataran, taman kampus, atau tempat lain, sesuai kebutuhan. Membahas mengenai agenda yang akan dilakukan besok, mengevaluasi bagaimana kegiatan lalu, merancang kegiatan untuk bulan atau tahun depan. Peserta rapat kian padat, karena kali ini seluruh devisi harus melaporkan progresnya seminggu lalu.
    Berkegiatan adalah dunia kami, semua itu tidak asing bagi kami. Sebab jam terbang kami tidak diragukan lagi, mulai dari skala regional hingga acara internasional. Berlelah-lelah dalam persiapan untuk kesuksesesan acara adalah cara kami. Lembur hingga pagi, bukan masalah. Tugas kuliah.? Ah. Selesai. Nilai.? Masih diatas KKM.
    Beberapa hal yang sangat unik dari organisasi ini diantaranya keanggotan yang di dominasi perempuan, pengaturan jadwal rapat yang tak boleh melebihi jam 18.00 WIB dan baru boleh dimulai dari pukul 06.00 WIB, begitupun interaksi dengan bukan mukhrim. Kecuali ada hal yang urgent. Walau aturan itu tak semuanya mengikuti, (hayoo jujur saja kawan) hanya beberapa saja ku pikir. Begitu juga dengan aku. Kuanggap aturan itu hanya sebagai motivasi dan seru-seruan saja.
    Selain itu, tak jarang dalam rapat kami berdebat hebat. Hingga kadang tak berujung. Pernah di beberapa rapat ada yang membentak, menggebrak meja, hingga ada yang menangis dan keluar, seingatku dua atau tiga kali begitu, entah zaman itu begitu lucu untuk diingat. Anehnya hanya mendebatkan hal yang sebenarnya bisa selesai dengan diskusi kecil.
    Pernah juga rapat yang seharusnya hanya dihadiri oleh pengurus inti, malah dihadiri oleh semua anggota, jadi ya pembahasannnya muter-muter. Hal-hal teknis yang bisa selesai di satu atau dua orang malah jadi runyam. Misal pada pemilihan tema, warna baju seragam, dan hal lain. Semua keunikan yang ada menjadi nuansa berbeda dari organisasi lainya,hebatnya ketika hari H, acara bisa berlangsung dengan lancar. Mungkin karena ada campur tangan yang maha dahsyat. Kenapa bisa begitu.? Bisa jadi, karena kami didik ketika mengadakan sebuah kegiatan orientasinya bukan untuk mencari keuntungan, tetapi memang betul-betul untuk berbagi ilmu kepada khalayak ramai, dan ikut mensyi’arkan kebaikan, walau belum baik. Namun setidaknya menjadi baik bersama-sama itu akan lebih indah. Selain itu, ketika rapat kami didik untuk memulainya dengan cara yang resmi, dimulai dengan salam, muqadimah, tilawah, dan kadang ada kulsi (kuliah singkat) berupa nasihat atau tadabur ayat dari salah satu anggota, entah sekarang masih dilaksankan atau tidak dan di akhiri dengan do’a penutup majelis.
    Kembali disaat rapat, tak jarang keputusan yang sudah disepakati berubah seketika di luar rapat. Gila.! Hingga menimbulkan soudzon beberapa pihak. Bagi mereka yang usianya baru berumur jagung (anggota/pengurus baru), bingung akan organisasi ini bagaimana. Yang paling sering sih antara pendapat kaum Adam dan Hawa.
    “siapa sih yang suka ambil keputusan sendiri?” kata si A
    “itu, si Fulan” jawab si B ketus
    “loh, kok gitu.?” Tanya Si A penasaran
    “iya. Udah biasa itu, Dia tu nggak ngerti... biarkan saja. Kita kerjakan saja-apa yang sudah menjadi tugas kita” jawab si B malas.
    “Tapi....?” lanjut si A.
    “Tapi apaa...? udahlah... suatu saat kamu akan tau, sekarang belum masanya.” Potong si B kesal.
    Kurang lebih begitulah percakapan yang hampir sama di kedua belah pihak, kesalahpaham ini terus saja ada, hingga diketahui kebenarannya. Hal ini tidak hanya terjadi di satu organisasi, melainkan hampir semuanya. Kesalahpahaman yang kian berlanjut membuat beberapa orang mendapat julukan  sebagai provokator, kepala koordinator, atau sumber dari akar masalah.
    Lucunya cerita salah paham tersebut itu diketahui ketika masing-masing pengurus tak lagi menjadi pengurus dan tersadar gara-gara game screnshoot ayat disertai keterangan, jika telah menjelaskan ayat tersebut akan diceritakan, kekurangan, kelebihan, moment pertama kenal dan lain sebagainya disela-sela Pandemi Covid 19.
    Dari sanalah mereka bisa berkata, “ooooo, ternyata... maaf ya dulu pernah membuat jengkel, kesal dan lain sebagainya” kata salah satu pengurus.
    “iya, aku juga minta maaf dan sudah di maafkan serta aku tak menyimpan dendam apapun”. Jawabnya singkat. Tetap dengan judesnya namun lebih anggun.
    ***

    Untuk semua pengurus yang di Rahmati Allah SWT, nikamati saja dinamika yang terjadi. Biarkan itu menjadi bumbu cerita dikala kau tak lagi berkesempatan disana,  kecuali kau tak mau lulus. Tapi tentu dengan suasana berbeda. 

    “Organisasi Itu adalah hidangan yang di siapkan di meja makan dengan berbagai macam menu, ada yang memiliki rasa asin, manis, pedas, asam, gurih, tawar, kadang juga ada yang hambar.”

    “tetaplah berprogres ditengah keunikannya, tetaplah berada di koridor aturan Nya”
    Salam untuk semua
    #LDKCais.


    3 comments:

    1. "sependekpengalamanku hampir semua organisasi begitu kecuali beberapa saja"
      wah kebalikan pengetahuan kita :D

      apa aku dari dulu emang teknik yak haha

      ReplyDelete

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728