Jawaban Sementara
Jawaban Sementara
Oleh : Muhammad Sigit S
“Hei.!” Teriaknya. “oyy......”Sontak Terkejut. . . “Titip sampah ini.!” perintahnya. “haik.!
Kenapa bukan hati saja yang kau titipkan.?”. tersipu seperti tumbuhan putri
malu. Lalu berjalan tanpa menghirau. Satu temannya tampak kesal atas perilaku
itu. Perbincangan terakhir di sore itu ternyata seru. Entah setelah berapa kejora
lalu tanpa kabar berita. Seperti tenggelam karena ombak. Tak ada yang tau.
Lagu yang dinyanyikan membuat bergetar. Ternyata “Cinta Sejati”
back sound dari film Habibi dan Ainun.
Liriknya pun menceritakan kisah cinta Habibi Ainun. Maknanya dalam. Nyaris tak
terjangkau dengan kata. Salah tingkah ketika mendengarnya. Setelahnya penonton
memberikan tepuk tangan tanda apresisasi kepadanya. Beda untuk satu orang saja.
flat tanpa tepuk tangan, senyum apalagi ketawa. Sebab penggalan lirik
merongrong di jiwanya.
Sekejap kemudian kembali pada panggung utama yang dikendalikan
olehnya. Memecah kantuk menghilangi penat, tertawa, menghina, juga memuji.
Sebenarnya itu adalah cara agar peserta fokus pada acara. Tidak ngantuk apalagi
sekedar seremonial belaka. Harapnya ada secuil ilmu dan pengalaman yang akan
dibawa.
Percuma jika hanya untuk menghabiskan waktu. Sebab sejarah tak
mengenal baik pun buruk. Karena ia ditentukan oleh waktu. Terserah padamu
mengukir sejarah yang baik untuk diceritakan ke anak-anakmu.? Atau sejarah
memalukan yang akan membuatmu semakin malu pada anakmu, kelak.? Maksudnya ialah bukan seberapa lama dan
seberapa banyak mengikuti training, seminar, workshop, pelatihan, juga tabligh.
Melainakan sebarapa banyak ilmu dan hikmah yang telah didapat.
Ya. Hari itu sedikit berbeda dengan biasa. Kenapa.? Karena
penggalan episode diantaranya menjadi i’tibar bagi yang mau
mempelajarinya. Mulai dari bagaimana menjadi peserta yang baik. hingga menjadi
pelaksana panutan. Mulai dari rasa sabar hingga rasa syukur. Mulai dari belajar
hingga mengajar. Mulai dari menghormati hingga terhormat. Mulai dari menghargai
hingga dihargai. Mulai dari mempertimbangakan hingga dipertimbangkan. Mulai
dari mencari hingga di cari. Mulai dari mengejar hingga dikejar. Mulai dari
diberi hingga memberi. Dan masih banyak seterusnya.
Kini ternyata masuk ranah jam tidur. Mata sayu, pikiran kacau,
walau perut telah terisi oleh sepiring nasi dan sup. Ada yang berkata salah
satu hal yang paling sulit dilawan adalah rasa kantuk, selain rasa kepada
sesama. Beda dan tepat jika rasa itu dilimpah kepada yang maha memiliki rasa
Allah SWT. “Uhg...! Apakah jangan-jangan terlalu banyak makan.? sepertinya
tidak. Tapi kantuk ini tak mau enyah? Di ingat lagi, ternyata satu piring nasi
tambah satu gelas jus jeruk di tambah satu botol air mineral, di tambah dua
potong ikan bakar, di tambah satu mangkuk tumis kangkung” hahaha......
Ternyata betul, melampaui batas sangat tidak dibolehkan apapun itu.
kecuali satu hal. Berlebihan dalam merindui yang maha menciptakan rindu itu,
dan itupun juga hanya dicapai oleh orang-orang tertentu, sebut saja para Sufi.
Aku. Kamu. Kita. Kini masih masa transisi, itupun kadang masih suka keluar
koridor Illahi. Semoga di Ampunkan..... Aamiiinnn....
Contoh, makan berlebihan akibatnya sakit perut, sulit bergerak,
malas beserta rombongannya. Game berlebihan otak dangkal. Ingatan pendek mata
lebam dkk. Malah ada yang bertanya “bagaimana jika terlanjur memiliki rasa yang
berlebihan kepada yang belum tentu menjadi haknya.?”. Owh.... hmmmmm..... bukan
perkara mudah. Dua pilihan. Menjadi Khadijah atau menjadi seperti Fatimah.?
Terserah mau yang mana. Atau pilihan ketiga seperti Rabiah al Adawiyah. Ketika
dilamar oleh Hasan al Basri, beliau menjawab dengan empat pertanyaan yaitu,
“apakah Aku akan matii dalam keadaan Khusnul Khatimah atau Su’ul Khatimah.?
Apakah Aku mampu menjawab pertanyaan dari Malaikat Munkar dan nakir.? Apakah
Aku akan menerima kitabku dari tangan kiri atau kanan? Apakah aku nanti masuk
surga atau Neraka.? bagaimana mungkin aku mampu memikirkan perihal menikah,
kalu aku masih sibuk memikirkan perihal jawaban itu.?”
Opsi terlain adalah Lupakan. Walaupun tak mudah. Pasti mampu.
Berdasarkan sudut pandang lain mengisyaratkan hal itu lebih aman. Silahkan
pikirkan.! Hey...!! pikirkan kok malah dilanjutkan..??? ndablek.!! Udahhlah
kalo gitu... hayo...!!
Menyibukkan diri dengan hal positif dan bermanfaat. Stop stalking.
Stop berandai, berkhayal, berimajinasi, berangan, dan antek-anteknya.
Selesaikan tugasmu dan amanah dari orangtuamu pun juga dari rekan
perkumpulanmu. Hal yang pasti tidak perlu untuk dipikir. Sebab ia pasti akan
hadir, tepat jika dipersiapkan. Pikirkan yang belum pasti. Misal kau akan jadi
kenek atau jadi ojek.? Kau akan jadi petani atau jadi bupati.? Jadi Direktur
atau Gubernur.? Entrepreneur atau
tuan takur.? Menjadi pendidik atau penyidik.? Menjadi pengacara atau
pembicara.? Polisi atau koki.? Mengejar karir atau prestasi.? Seterusnya
terserah padamu.
Dari banyak ini. Terpikir bahwa semuanya adalah fiktif belaka yang
tak sengaja ada. Dicerita menjadi jawaban sementara. Sebab beda waktu. Beda
permasalahan juga beda penyelesaian.
Pergi sarapan
pulang sore hampir pagi
Di pinggir buih
Membawa semangka,
Luangkan waktu
sedikit untuk komen & berbagi . . . .
Terimakasih
semuanya.
(gk nyambung
wkkwk.....)
Selasa, 5
November 2019
3.15 WIB
KOPMA Al Fatah
#Inspirator_Muda
#Ms
No comments