Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Jawaban Sementara


    Jawaban Sementara
    Oleh : Muhammad Sigit S

    “Hei.!” Teriaknya. “oyy......”Sontak Terkejut. . .  “Titip sampah ini.!” perintahnya. “haik.! Kenapa bukan hati saja yang kau titipkan.?”. tersipu seperti tumbuhan putri malu. Lalu berjalan tanpa menghirau. Satu temannya tampak kesal atas perilaku itu. Perbincangan terakhir di sore itu ternyata seru. Entah setelah berapa kejora lalu tanpa kabar berita. Seperti tenggelam karena ombak. Tak ada yang tau.
    Lagu yang dinyanyikan membuat bergetar. Ternyata “Cinta Sejati” back sound  dari film Habibi dan Ainun. Liriknya pun menceritakan kisah cinta Habibi Ainun. Maknanya dalam. Nyaris tak terjangkau dengan kata. Salah tingkah ketika mendengarnya. Setelahnya penonton memberikan tepuk tangan tanda apresisasi kepadanya. Beda untuk satu orang saja. flat tanpa tepuk tangan, senyum apalagi ketawa. Sebab penggalan lirik merongrong di jiwanya.
    Sekejap kemudian kembali pada panggung utama yang dikendalikan olehnya. Memecah kantuk menghilangi penat, tertawa, menghina, juga memuji. Sebenarnya itu adalah cara agar peserta fokus pada acara. Tidak ngantuk apalagi sekedar seremonial belaka. Harapnya ada secuil ilmu dan pengalaman yang akan dibawa.
    Percuma jika hanya untuk menghabiskan waktu. Sebab sejarah tak mengenal baik pun buruk. Karena ia ditentukan oleh waktu. Terserah padamu mengukir sejarah yang baik untuk diceritakan ke anak-anakmu.? Atau sejarah memalukan yang akan membuatmu semakin malu pada anakmu, kelak.?  Maksudnya ialah bukan seberapa lama dan seberapa banyak mengikuti training, seminar, workshop, pelatihan, juga tabligh. Melainakan sebarapa banyak ilmu dan hikmah yang telah didapat.
    Ya. Hari itu sedikit berbeda dengan biasa. Kenapa.? Karena penggalan episode diantaranya menjadi i’tibar bagi yang mau mempelajarinya. Mulai dari bagaimana menjadi peserta yang baik. hingga menjadi pelaksana panutan. Mulai dari rasa sabar hingga rasa syukur. Mulai dari belajar hingga mengajar. Mulai dari menghormati hingga terhormat. Mulai dari menghargai hingga dihargai. Mulai dari mempertimbangakan hingga dipertimbangkan. Mulai dari mencari hingga di cari. Mulai dari mengejar hingga dikejar. Mulai dari diberi hingga memberi. Dan masih banyak seterusnya.
    Kini ternyata masuk ranah jam tidur. Mata sayu, pikiran kacau, walau perut telah terisi oleh sepiring nasi dan sup. Ada yang berkata salah satu hal yang paling sulit dilawan adalah rasa kantuk, selain rasa kepada sesama. Beda dan tepat jika rasa itu dilimpah kepada yang maha memiliki rasa Allah SWT. “Uhg...! Apakah jangan-jangan terlalu banyak makan.? sepertinya tidak. Tapi kantuk ini tak mau enyah? Di ingat lagi, ternyata satu piring nasi tambah satu gelas jus jeruk di tambah satu botol air mineral, di tambah dua potong ikan bakar, di tambah satu mangkuk tumis kangkung” hahaha......
    Ternyata betul, melampaui batas sangat tidak dibolehkan apapun itu. kecuali satu hal. Berlebihan dalam merindui yang maha menciptakan rindu itu, dan itupun juga hanya dicapai oleh orang-orang tertentu, sebut saja para Sufi. Aku. Kamu. Kita. Kini masih masa transisi, itupun kadang masih suka keluar koridor Illahi. Semoga di Ampunkan..... Aamiiinnn....
    Contoh, makan berlebihan akibatnya sakit perut, sulit bergerak, malas beserta rombongannya. Game berlebihan otak dangkal. Ingatan pendek mata lebam dkk. Malah ada yang bertanya “bagaimana jika terlanjur memiliki rasa yang berlebihan kepada yang belum tentu menjadi haknya.?”. Owh.... hmmmmm..... bukan perkara mudah. Dua pilihan. Menjadi Khadijah atau menjadi seperti Fatimah.? Terserah mau yang mana. Atau pilihan ketiga seperti Rabiah al Adawiyah. Ketika dilamar oleh Hasan al Basri, beliau menjawab dengan empat pertanyaan yaitu, “apakah Aku akan matii dalam keadaan Khusnul Khatimah atau Su’ul Khatimah.? Apakah Aku mampu menjawab pertanyaan dari Malaikat Munkar dan nakir.? Apakah Aku akan menerima kitabku dari tangan kiri atau kanan? Apakah aku nanti masuk surga atau Neraka.? bagaimana mungkin aku mampu memikirkan perihal menikah, kalu aku masih sibuk memikirkan perihal jawaban itu.?”
    Opsi terlain adalah Lupakan. Walaupun tak mudah. Pasti mampu. Berdasarkan sudut pandang lain mengisyaratkan hal itu lebih aman. Silahkan pikirkan.! Hey...!! pikirkan kok malah dilanjutkan..??? ndablek.!! Udahhlah kalo gitu... hayo...!!
    Menyibukkan diri dengan hal positif dan bermanfaat. Stop stalking. Stop berandai, berkhayal, berimajinasi, berangan, dan antek-anteknya. Selesaikan tugasmu dan amanah dari orangtuamu pun juga dari rekan perkumpulanmu. Hal yang pasti tidak perlu untuk dipikir. Sebab ia pasti akan hadir, tepat jika dipersiapkan. Pikirkan yang belum pasti. Misal kau akan jadi kenek atau jadi ojek.? Kau akan jadi petani atau jadi bupati.? Jadi Direktur atau Gubernur.? Entrepreneur  atau tuan takur.? Menjadi pendidik atau penyidik.? Menjadi pengacara atau pembicara.? Polisi atau koki.? Mengejar karir atau prestasi.? Seterusnya terserah padamu.
    Dari banyak ini. Terpikir bahwa semuanya adalah fiktif belaka yang tak sengaja ada. Dicerita menjadi jawaban sementara. Sebab beda waktu. Beda permasalahan juga beda penyelesaian.
    Pergi sarapan pulang sore hampir pagi
    Di pinggir buih Membawa semangka,
    Luangkan waktu sedikit untuk komen & berbagi . . . .
    Terimakasih semuanya.

    (gk nyambung wkkwk.....)

    Selasa, 5 November 2019
    3.15 WIB
    KOPMA Al Fatah
    #Inspirator_Muda
    #Ms


    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728