Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Sadar Tanpa Disadari


    Sadar Tanpa Disadari
    Oleh: Muhammad Sigit Santoso


    “Tidak ada yang benar-benar sendiri di Dunia ini kecuali Allah yang tak pernah meninggalkan Hambanya, dan Tidak ada yang benar-benar bersama di dunia ini kecuali Allah SWT yang selalu membersamai”.
    Demikianlah manusia sangat kompleks dengan segala rahasianya. Manusia adalah, tanah liat, saripati tanah, bongkahan daging, hewan yang diberi akal juga makhluk yang paling unik. Manusia juga mampu menjadi malaikat. Akan hal itu, penting untuk mengetahui seperti apa dan bagaimanya. Apakah berlaku adil, membunuh menyiksa, atau berkasih cinta.
                    Fluktuatifnya kehidupan adalah wajar. Alur sudah ditentukan oleh yang maha mengatur. Skenarionya sangat rahasia, namun dapat diketahui dari apa yang kau lakukan hari ini. Bahagia dan atau derita. Karena Kebahagiaan adalah cara memandang dan cara bertindak. Siapa yang memandang dengan Cinta, maka pastilah semua akan nampak indah. Tapi yang memandang dengan kebencian pasti semua akan nampak seperti neraka. Karena inilah Rasulullah menganjurkan kita untuk memulai sesuatu dengan bacaan Bismillah, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Mulailah dengan nama Tuhan Sang Maha Pencipta, hingga kamu bisa memulai segala sesuatu dengan Cinta.
    Beralih pada pembahasan tak asing, suatu hal yang pernah di alami oleh setiap makhluk, MASALAH. Analoginya masalah layaknya kopi pahit, terserah mau menikmatinya pahit-pahit atau mengelolanya dengan menambahkan gula agar terasa nikmat. Rute yang dilalui pribadi berbeda. Timur, barat, utara selatan dan juga mungkin tidak memiliki arah. Masalah yang sering dialami oleh setiap manusia yaitu,  terutama pada masa kuliah:
    Kau lupa tujuan utama mu.?
    Kau lupa kenapa berada disini.?
    Kau berada pada titik nol dalam semangatmu.?
    Kau lupa akan mimpi-mimpimu.?

    Suatu waktu bahkan ada yang mengatakan padamu perihal kuliahmu, dengan argumen-argumen berikut :
    Kau tersadar akan tidak pentingnya kuliah, apalagi tok di dalam kelas.?
    Kau tersadar tidak pentingnya makalah.?
    Kau tersadar akan tugas yang hanya formalitas.?
    Kau tersadar akan tidak bergunanya angka.?
    Kau jenuh akan suatu hal, kuliah yang hanya datang duduk makalah persentasi ujian dan pulang, setiap hari setiap saat hampir seluruh mata kuliah begitu terus tanpa toleransi. Tak jarang merasa boring sehingga mengabai jam kuliah. Titip absen, kabur, juga alpa.

    Tentu hal tersebut akan membuatmu semakin down untuk melangkahkan kaki mengayunkan tangan ke kampus, disisi lain :
    Kau tersadar minimnya ilmu yang kau punya.?
    Kau tersadar sudah melupa semua ilmu yang pernah diberikan ketika SMA?
    Kau tersadar waktumu habis hanya untuk suatu yang monoton itu-itu saja.?
    Kau tersadar game yang berlebihan membuatmu semakin malas.?
    Kau tersadar otakkmu tak lagi mudah mengingat dan mudah lupa.?
    Kau tersadar ada banyak tugas yang menunggu.?
    Kau tersadar akan mimpimu yang tak kunjung terealisasi.?
    Kau tersadar doamu yang belum diijabah.?
    Kau tersadar akan pentingnya ibadah.?
    Kau tersadar akan perbedaan ahli ibadah dan tidak.?
    Kau tersadar akan ibadahmu yang hanya begitu-begitu saja.?
    Kau tersadar hapalanmu sangat dikit.?
    Kau tersadar pemahaman terhadap suatu materi sangat dangkal.?
    Kau tersadar wawasan hanya sebatas sepiring nasi.?
    Kau juga tersadar kenapa semua terjadi bergitu saja, dan baru-baru ini.?

    Parahnya, dari semua tanya itu kau tidak tau kenapa itu terjadi. Siap-siaplah menikmati dinginnya AC RSJ, bertemu psikiater juga psikolog. (wkwkwk). Aku, kami dan Kaupun juga baru tersadar setelah membaca, hingga menanyai diri sendiri kenapa baru tersadar akan semua itu.?

    Oke. Mari kita kupas satu persatu. Tapi di lain waktu. Karena aku sedang mau menambah amunisi dulu, agar tanyamu mampu kujawab secara utuh tak kurang satu. Hahaha.

    Gairah dibangku kuliah tak seseru berada diluar kuliah, apalagi ketika bersua dan menjalankan sebuah projek yang memiliki feedback ke pribadi, organisasi pun juga instansi. Menjadi pengobat jengah saat kuliah. Mengorek makna dari peristiwa lampau. Menyaringnya lalu menjadikannya i’tibar untuk hidup lebih efektif, efisien dari sebelumnya.
    Berproses untuk progres. Terbentur untuk terbentuk”. pengalaman bukan pengelamaan. Terasing untuk bersaing. Tersingkir untuk mengukir. Perubahan tidak didapat dari rebahan. Bersumpah bukan hanya ghibah. Diskusi untuk solusi. Debat untuk kebenaran bukan untuk pembenaran. Bertanya tidak untuk menguji tapi untuk menambah materi dan mengevaluasi diri.
    Berdasarkan sekian masalah yang ada di dunia. Jawabannya hanya 2. Selesaikan atau biarkan. Keduanya tentu memiliki konsekuensi berbeda. Jika kau biarkan masalahmu, tentu suatu waktu akan kembali menyiksamu. Jika masalahmu segera kau selesai dan cari solusi maka kau akan naik tingkat, apalagi jika tuntas. Itu akan membuatmu semakin naik kelas.
    Entah kenapa tulisan ini ada, sepertinya karena engkau menginginkannya. Atau karena aku sedang berada pada titik mau untuk menulis apa saja.  Berharap setidaknya melalui tulisan ini membuka pola pikir, cara pandang dalam menghadapi sebuah peristiwa.
    Demikian saja tulisan ini, semoga kau kecewa hingga mencari tulisan yang lebih baik lainnya. Kritik dan saran sangat di butuhkan.

    Terimakasih...
    #Curup, 29.10.19
    #Ms

    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728