Sadar Tanpa Disadari
Sadar Tanpa Disadari
Oleh: Muhammad Sigit Santoso
“Tidak ada yang benar-benar sendiri di Dunia ini
kecuali Allah yang tak pernah meninggalkan Hambanya, dan Tidak ada yang
benar-benar bersama di dunia ini kecuali Allah SWT yang selalu membersamai”.
Demikianlah manusia sangat kompleks dengan segala
rahasianya. Manusia adalah, tanah liat, saripati tanah, bongkahan daging, hewan
yang diberi akal juga makhluk yang paling unik. Manusia juga mampu menjadi
malaikat. Akan hal itu, penting untuk mengetahui seperti apa dan bagaimanya.
Apakah berlaku adil, membunuh menyiksa, atau berkasih cinta.
Fluktuatifnya
kehidupan adalah wajar. Alur sudah ditentukan oleh yang maha mengatur.
Skenarionya sangat rahasia, namun dapat diketahui dari apa yang kau lakukan
hari ini. Bahagia dan atau derita. Karena Kebahagiaan adalah cara memandang dan
cara bertindak. Siapa yang memandang dengan Cinta, maka pastilah semua akan
nampak indah. Tapi yang memandang dengan kebencian pasti semua akan nampak
seperti neraka. Karena inilah Rasulullah menganjurkan kita untuk memulai
sesuatu dengan bacaan Bismillah, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih
dan maha penyayang. Mulailah dengan nama Tuhan Sang Maha Pencipta, hingga kamu
bisa memulai segala sesuatu dengan Cinta.
Beralih pada pembahasan tak asing, suatu hal yang
pernah di alami oleh setiap makhluk, MASALAH. Analoginya masalah layaknya kopi
pahit, terserah mau menikmatinya pahit-pahit atau mengelolanya dengan
menambahkan gula agar terasa nikmat. Rute yang dilalui pribadi berbeda. Timur,
barat, utara selatan dan juga mungkin tidak memiliki arah. Masalah yang sering
dialami oleh setiap manusia yaitu, terutama
pada masa kuliah:
Kau lupa tujuan utama mu.?
Kau lupa kenapa berada disini.?
Kau berada pada titik nol dalam semangatmu.?
Kau lupa akan mimpi-mimpimu.?
Suatu waktu bahkan ada yang mengatakan padamu perihal kuliahmu, dengan
argumen-argumen berikut :
Kau tersadar akan tidak pentingnya kuliah, apalagi
tok di dalam kelas.?
Kau tersadar tidak pentingnya makalah.?
Kau tersadar akan tugas yang hanya formalitas.?
Kau tersadar akan tidak bergunanya angka.?
Kau jenuh akan suatu hal, kuliah yang hanya datang
duduk makalah persentasi ujian dan pulang, setiap hari setiap saat hampir
seluruh mata kuliah begitu terus tanpa toleransi. Tak jarang merasa boring
sehingga mengabai jam kuliah. Titip absen, kabur, juga alpa.
Tentu hal tersebut akan membuatmu semakin down untuk melangkahkan kaki
mengayunkan tangan ke kampus, disisi lain :
Kau tersadar minimnya ilmu yang kau punya.?
Kau tersadar sudah melupa semua ilmu yang pernah
diberikan ketika SMA?
Kau tersadar waktumu habis hanya untuk suatu yang
monoton itu-itu saja.?
Kau tersadar game yang berlebihan membuatmu semakin
malas.?
Kau tersadar otakkmu tak lagi mudah mengingat dan
mudah lupa.?
Kau tersadar ada banyak tugas yang menunggu.?
Kau tersadar akan mimpimu yang tak kunjung
terealisasi.?
Kau tersadar doamu yang belum diijabah.?
Kau tersadar akan pentingnya ibadah.?
Kau tersadar akan perbedaan ahli ibadah dan tidak.?
Kau tersadar akan ibadahmu yang hanya begitu-begitu
saja.?
Kau tersadar hapalanmu sangat dikit.?
Kau tersadar pemahaman terhadap suatu materi sangat
dangkal.?
Kau tersadar wawasan hanya sebatas sepiring nasi.?
Kau juga tersadar kenapa semua terjadi bergitu
saja, dan baru-baru ini.?
Parahnya, dari semua tanya itu kau tidak tau
kenapa itu terjadi. Siap-siaplah menikmati dinginnya AC RSJ, bertemu
psikiater juga psikolog. (wkwkwk). Aku, kami dan Kaupun juga baru
tersadar setelah membaca, hingga menanyai diri sendiri kenapa baru tersadar
akan semua itu.?
Oke. Mari kita kupas satu persatu. Tapi di lain
waktu. Karena aku sedang mau menambah amunisi dulu, agar tanyamu mampu kujawab
secara utuh tak kurang satu. Hahaha.
Gairah dibangku kuliah tak seseru berada diluar
kuliah, apalagi ketika bersua dan menjalankan sebuah projek yang memiliki feedback
ke pribadi, organisasi pun juga instansi. Menjadi pengobat jengah saat kuliah.
Mengorek makna dari peristiwa lampau. Menyaringnya lalu menjadikannya i’tibar
untuk hidup lebih efektif, efisien dari sebelumnya.
Berproses untuk progres. Terbentur untuk terbentuk”.
pengalaman bukan pengelamaan. Terasing untuk bersaing. Tersingkir untuk
mengukir. Perubahan tidak didapat dari rebahan. Bersumpah bukan hanya ghibah.
Diskusi untuk solusi. Debat untuk kebenaran bukan untuk pembenaran. Bertanya
tidak untuk menguji tapi untuk menambah materi dan mengevaluasi diri.
Berdasarkan sekian masalah yang ada di dunia. Jawabannya
hanya 2. Selesaikan atau biarkan. Keduanya tentu memiliki konsekuensi berbeda. Jika
kau biarkan masalahmu, tentu suatu waktu akan kembali menyiksamu. Jika masalahmu
segera kau selesai dan cari solusi maka kau akan naik tingkat, apalagi jika
tuntas. Itu akan membuatmu semakin naik kelas.
Entah kenapa tulisan ini ada, sepertinya karena
engkau menginginkannya. Atau karena aku sedang berada pada titik mau untuk
menulis apa saja. Berharap setidaknya
melalui tulisan ini membuka pola pikir, cara pandang dalam menghadapi sebuah
peristiwa.
Demikian saja tulisan ini, semoga kau kecewa hingga
mencari tulisan yang lebih baik lainnya. Kritik dan saran sangat di butuhkan.
Terimakasih...
#Curup, 29.10.19
#Ms
No comments