Solusi Agar Tetap Santuy.
picture from google
Solusi Agar Tetap
Santuy.
By
Muhammad Sigit S
Pernahkan,
bertemu dengan temen yang terlihat tetap santuy walaupun tugas menumpuk? Masalah
datang silih berganti namun temenmu tetap santuy? Terlihat tanpa beban, ceria
dan selalu optimis. Atau kebalikannya, pernah bertemu temenmu dengan masalah
yang di anggap biasa oleh kebanyakan orang normal lainnya, ia malah
menginjak-injak manusia yang lainnya? Oh itu semua tergantung karakter dalam
menyikapi masalah. Itulah manusia.
Hari
ini juga sama, sepertinya bertemu dengan teman seperti point satu itu. Hampir tengah
malam, ada request satu judul. Ini berawal dari temanku yang sedang mengalami
masa paceklik semangat, gegera tugas yang tak kunjung berujung. Menghadapi peliknya
deadline memicu adrenali. Biasa mahasiswa. Mungkin juga mewakili setiap
mahasiswa yang bernasib sama dengan sikap yang sama. Sebelum jauh, gegera satu
buah story WA yang membuatku sedikit jahil, ku kirim gambar yang sontak
membuatnya bertanya-tanya. Gaada hujan, gaada geledek tiba-tiba mengirim
gambar. Diskusi pun berlanjut (agar terlihat keren) dengan pembahasan receh. Mulai
dari kejujuran. Covid 19 yang mampu menguak kasus perselingkuhan, mafia, mungkin
juga koruptor. Ah itu hanya imajinasi liar saja. Andaikan satu orang koruptor
positif korona dan ia jujur menceritakan kepada petugas medis sesiapa saja yang
pernah berkontak langsung dengannya, insya Allah dinasti koruptor dapat
diruntuhkan. Pembahasan berlanjut hingga sebuah nama.
“benarkah
Sukiyem itu nama aslinya?”
“bukan.
Samaran.”
“kasian
orang tuanya. Namamu ku ganti juga lah”
“apa?”
“Jembrot.
wkwkwk”
“jangan
lah!. Kasian orang tuaku”
“gimana
rasanya?”
“biasa
aja, hanya nama”
“iya
hanya nama. Kamu tau, nama itu do’a? Harapan dari orang tua? Dan, kamu sadar? Kenapa
dari jutaan milyaran nama yang ada di dunia, tapi nama itu yang dipilih? Berbanggalah!”.
Begitulah
kira-kira percakapan singkatnya. Beranjak darisanalah ditamabah request tadi
benih ide timbul. Perihal nama adalah solusi dan solusi adalah nama, nama yang
menjadi solusi agar tetap santuy. Solusi agar tetap santuy ingat nama. Iya nama
si Do’i. Jhhh (tapi aku gak punya Do’i, boleh pinjam namamu? wkwkwk).
Ok.
Kembali kepada pasal dimana solusi agar tetap santuy dengan sebuah nama. Kok
bisa nama menjadi solusi? Apakah itu.? Mari kita simak-sama.
- Al Fatah (maha membuka) Allah itu maha membukakan segala sesuatunya. Setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
- Al Basit (melapangkan). Tidak hanya membuka, tapi juga melapangkan.
- Al Mujib (mengabulkan), setelah melapangkan Allah juga maha mengabulkan, berdo’alah. Tapi jangan berdo’a agar besok pagi tugasmu bisa selesai dengan sendiri. Itu mustahil. Emang kamu Nabi? Berdo’alah agar kamu diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan tugas tersebut.
- Al Rauf (maha berbelas kasih), karena Allah maha berbelas kasih. Curhatlah. Tenangkan batinmu. Tenangkan fikiranmu. Tumpahkan semua keluhmu sampai kering air matamu gegeara tugas. Berfikirlah jernih dan positif. Setelah fikiranmu tenang, kamu akan dapat berfikir secara lugas dan tenang. Karena yang membaut dirimu terasa terbebani adalah fikiranmu.
Selain
dari mengingat nama-nama diatas (bisa juga pembaca tambah sendiri nama-nama
yang lain, atau tips agar tetap santuy) boleh juga ikutin tips yang gue
berikan:
- Perencanaan (Qs. Al hasyr 18) dan hendakah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah”. Nah dari ayat ini kita bisa mengambil hikmah bahwa kita harus punya perencanan terlebih dahulu (walau terkadang tidak semua hal butuh perencanaan), misalnya dengan membuat jadwal agenda harian. Termasuk didalamanya mengerjakan tugas. Lalu buat kotak-kotak kerja dan skala prioritas yang akan diselesaikan terlebih dahulu. Dari sana akan terukur mana yang harus difikirkan terlebih dahulu untuk di eksekusi mana yang bisa menunggu setelah itu.
- Kerjakan dan selesaikan dengan tennag secara Kontinu (Qs. Al Insyirah; 7) Maka apabila kamu telah menyelesaikan suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lainnya.
“ketika orang lain sibuk kita santai, dan ketika orang santai, kita lebih santai”
-radenmas-
Nb:
santai dalam artian tidak tergesa-gesa
Nah.
Itu sedikit coretan asal-asalan dari ku. Jjh
Terimakasih
telah membaca.😊😊
Salam.
#MegangSakti1
#14Ramadhan
1441 H

Santuy :)
ReplyDelete